CLOSE ADS
CLOSE ADS

Tips: Kesepian dan Merasa Tersingkir, Itu Persoalannya

Share via

TAK kuat lagi gowes mereka jalan kaki bareng. Kalau capek juga berjalan mereka kumpul main kartu. Dan mereka bahagia. Usia mereka menjelang 70 tahun.

Persoalan sosial septuagenarian – orang berusia 70 tahunan – adalah kesepian. Teman-teman berkurang, anak-anak telah mandiri dan punya kehidupan masing-masing, lingkungan kerja sudah lama ditinggalkan.

“Bukan kesepian itu sebenarnya yang berbahaya, tapi perasaan disingkirkan,” kata salah seorang dari mereka yang sering berkumpul itu.

Restu namanya. Dia suka dipanggl Eyang Etu, menurut panggilan satu cucunya yang masih cadel. Dia pensiuan sebuah perusahaan otomotif.

Anak-anaknya beberapa hidup sekota dengannya, beberapa tinggal di luar negeri. Ia membanggakan anak-anaknya. Sejak siaminya meninggal, lima tahun lalu, Eyang Etu tahu dia akan kesepian.

Itulah sebabnya ia membuka rumahnya untuk, beberapa teman baru yang punya persoalan sama: kesepian, dan bersama-sama mengatasi persoalan itu.

Apa yang dilakukan Eyang Etu mengkonfirmasi satu hasil jajak pendapat Gallup yang dilakukan pada tahun 2011. Jajak pendapat itu enunjukkan bahwa orang-orang berusia lanjut yang menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk bersosialisasi lebih bahagia, menikmati hidup, dan cenderung tidak stres atau khawatir.

“Kesepian, perasaan tersisih, tak berguna, tak diperhatikan, meningkatkan depresi dan ujung-ujungnya apa? Berbagai penyakit,” kata Eyang Etu.

Sebuah studi di Inggris menemukan ada peningkatan 50 persen selama 15 tahun terakhir orang berusia 55-64 tahun yang hidup sendiri dan pada sekitar satu juta orangselama 30 hari tanpa ketemu siapapun.
Meningkatnya angka perceraian dan keluarga yang tinggal berjauhan berkontribusi pada hal ini.

Menghabiskan waktu dengan orang lain membantu kita merasa bahagia dan terhubung; bagaimana pun interaksi fisik lebih kuat daripada Whatsapo atau video call.

Yang dilakukan Eyang Etu dan kawan-kawannya seniornya itu penting. Perlu sekali memastikan berinteraksi dengan setidaknya satu orang setiap hari.

Jika teman Anda sudah pindah atau meninggal dunia, sekarang saatnya untuk teman baru.

Bergabunglah dengan klub dengan kegiatan yang menarik minat Anda atau menjadi sukarelawan di mana Anda kemungkinan besar akan bertemu orang-orang yang memiliki minat dan nilai yang sama.

Setiap kali mampir di rumah Eyang Etu, saya melihat kebahagiaan di wajahnya, juga di wajah teman-temannya. | Foto oleh Coen van de Broek dari Unsplash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Ketakutan di Usia 60 yang tak Perlu Ditakutkan
Next post Usia dan Persepsi Kurva yang Salah