CLOSE ADS
CLOSE ADS

Riset: Investasi Pertemanan, Sumber Kebahagiaan

Share via

BEBERAPA hari lalu saya ber-instamasya, jalan-jalan di Insagram, dan secara acak sampai ke akun diva dan ratu dangdut Elvy Sukaesih. Usia biduan yang masih aktif itu tahun kini sudah 69 dan sama sekali tak ada tanda-tanda dia akan mengurangi aktivitasnya. Dia masih menyanyi, menjuri, menjadi komentator kontes di televisi.

Gayanya di panggung – sesekali saya nonton, energi suaranya, juga pose-pose foto di medsosnya seperti melihat dia di masa muda dulu, selalu bersemangat.

Dia selalu tampak bahagia. Apa yang membuatnya begitu, bahagia dan bersemangat begitu?

Temma Ehrenfeld dalam artikel “To Age Well, You Need Friends” memulai tulisannya dengan pertanyaan: siapakah yang lebih berbahagia di usia 90 tahun, orang yang bepergian dari kota ke kota mengunjungi anak dan cucu tiap bulan atau orang yang tiap hari berkumpul dengan kawan-kawannya dan sesekali mengunjungi keluarga di hari libur?

Artikel itu dimuat di Psychology Today. Temma mengutip hasil penelitian berdurasi satu tahun The National Institute on Aging.

Hasilnya menarik. Dalam jumlah responden kecil, dengan jawaban spontan orang cenderung memilih jawaban bahagia bersama keluarga.

Tapi hasil penelitian dalam skala yang lebih besar, dengan masa penelitian makan hitungan tahun, tersimpulkan bahwa teman-teman, lingkungan sosiallah yang paling banyak mempengaruhi kebahagiaan orang yang berusia lanjut.

Semakin menua, maka peran teman-teman semakin signifikan.

Pertanyaaannya, kenapa begitu? Berbagi. Dengan teman yang seusia, yang cenderung punya problem yang sama, terutama kesehatan, orang mudah berbagi dan saling memberi saran. Tentu ada banyak penjelasan dan analisa lain. Rasa diterima dan berguna itu juga turut menentukan.

Memang, dukungan keluarga dalam hal ini juga sangat penting. Seharusnya memang begitu kan? Sumber kebahagiaan yang utama dan mula-mula adalah orang-orang terdekat, pasangan, anak-anak dan cucu.

Mendapatkan teman yang cocok dan baik di usia tua bukan urusan mudah. Teman makin terbatas. Karena itu, pertemanan adalah investasi. Yang namanya investasi tentu akan lebih baik dan lebih “murah” jika dilakukan jauh-jauh hari.

Saya teringat lagi foto-foto Elvy Sukaesih di akun instagramnya. Dia tak pernah tidak bersama anak-anak cucu dan kerabat serta sahabat-sahabatnya. Sebagai penghibur ia juga masih sangat diterima. Ia pasti sangat bahagia. | Foto oleh Katarzyna Grabowska dari Unsplash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Usia dan Persepsi Kurva yang Salah
Next post Ketika Maggie Kuhn Bergerak Melawan Ageisme