CLOSE ADS
CLOSE ADS

Jane Fonda, 82, dan Rencana Bisnis Barunya

Share via

JANE Fonda tak pernah berhenti memukau kita. Beberapa hari lalu ia muncul di acara Oprah! Ia bicara soal hidupnya, cinta, dan tentu saja fitnes.

Dan pada usia 82, pada tahun ini, ia 21 Desember 1937, ia masih bicara soal mimpi, bisnis baru. Brand baru “Primetime” dan peluncuran ulang brand yang telah melambungkan namanya Jane Fonda Workout, juga bekerja dengan beberapa nama ia memperkenalkan paket kebugaran yang mengabungkan yoga, tarian, dan diet.

Di website resminya, Jane Fonda juga mengumumkan rencana peluncuran buku baru, 8 September nanti. Bukunya bukan soal fitnes atau hidup bahagia tapi, Anda jangan kaget: tentang krisis iklim global dan bagaimana kita bisa ikut beraksi mengatasinya. Bukunya berjudul “What Can I Do? My Path From Climate Despair to Action.”

Apa yang bisa kita teladani dari semangat seorang Jane Fonda? Ia menemukan sudut pandang yang tepat tentang hidup.

Bukannya ia tak pernah gagal, ia pernah salah dan selekas ia menyadari kesalahan itu ia segera mengoreksi sikapnya. Jane tak ingin berhenti tumbuh. Menuadari dan mengoreksi kesalahan adalah cara untuk menyuburkan kehidupan agar terus tumbuh.

“Untuk melakukan hidup dengan benar, Anda harus selalu merasa seperti sedang tumbuh dewasa sampai hari Anda mati. Hal yang paling saya banggakan adalah bahwa saya tetap ingin tahu,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Dengan sikap yang terumuskan seperti itu kita paham sepak terjang Jane Fonda yang seakan tak pernah berhenti melakukan hal-hal baru.

Tak ada kata lain kecuali: Luar biasa. Kalau ada kata seru yang lebih dari itu, saya mau memakainya, berkali-kali.
Jane Fonda dalam konsep Perempuan Platinum adalah the real Mahapuan.

Majalah Oprah pernah mewawancarainya ketika Jane Fonda menjelang usia 60 tahun, dan ditanya soal usia kritis itu.

“Memasuki usia 60 tahun, saya berpikir, ya, saya bisa melakukan apa yang dilakukan banyak teman saya dan menghabiskan waktu dengan tidur. Atau saya benar-benar bisa muncul, hadir dan tampil,” ujarnya.

Kala itu Jane yakin bahwa ia akan hidup sampai menjelang usia 90 tahun. “…yang berarti bahwa saya berada di awal apa yang saya sebut babak ketiga. Ini adalah 30 tahun terakhir saya,” katanya.

Dua puluh dua tahun kemudian setelah wawancara itu, Jane benar-benar menunjukkan bahwa dia konsisten dengan pilihannya. Dia belum berubah. Dia masih tampak seperti menjelang usia 60 tahun dengan semangat dan rencana-rencana baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Sophia Lorens yang Bersemangat Muda dan Tetap Produktif
Next post Ketakutan di Usia 60 yang tak Perlu Ditakutkan